screedbot

  • top1
  • top 2

Rengat - 30/7.

5803 wisudawan dan wisudawati dari 14 Kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hulu mengikuti Wisuda Akbar yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Indragiri Hulu pada hari Minggu 30 Juli 2018. Selain dihadiri langsung oleh Bupati Indragiri Hulu, H Yopi Arianto, S.E, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi dan Kepala Kantor Kemenag dari Kabupaten lainnya.

Bupati Inhu H Yopi Arianto, S.E menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk sinergitas antara keluarga besar Kementerian Agama Inhu bersama Pemkab Inhu yang terus berjalan baik.

Bahkan, sebagai bentuk penghargaan atas kepemimpinan H Abdul Kadir sebagai Kepala Kantor Kemenag Inhu, saat jelang prosesi pelaksanaan wisuda, Bupati Yopi minta kepada seluruh peserta wisuda untuk berdiri dan memberikan penghormatan kepada Kepala Kemenag Inhu.

Perhatian serta dukungan yang besar dari  Bupati inhu H Yopi Arianto terhadap kemajuan dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Inhu menuai beragam pujian dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi. Dalam sambutannya beliau mengatakan "Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Riau saya sangat mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan Bupati Inhu H Yopi Arianto dalam upaya memajukan pendidikan keagamaan di Kabupaten Inhu. Salah satunya pelaksanaan wisuda serentak santri MDTA dan MDTW ini”.

Beliau mengungkapkan penyelenggaraan wisuda yang sudah dilaksanakan selama tujuh tahun terakhir ini oleh Pemkab Inhu merupakan bukti nyata keseriusan orang nomor satu di Kabupaten Inhu tersebut untuk berupaya memberantas buta aksara baca tulis Al Qur’an yang dimulai sejak dini. Apalagi kegiatan ini sejak tahun pertama penyelenggaraannya jumlah santri yang telah berhasil diwisuda selalu meningkat dan pada pelaksanannya yang ketujuh mampu mencapai 42 ribu siswa terakumulasi.
 
Bahkan, H Ahmad Supardi minta kepada pihak Kemenag Inhu untuk mengusulkan kegiatan ini kepada pihak Kementerian Agama pusat, begitu juga data kegiatan keagamaan yang telah dilaksanakan Pemkab Inhu selama kepemimpinan Bupati H Yopi Arianto.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indragiri Hulu Wardiati, S.Sos juga turut mengikuti dan mewisuda santri. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa "kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata Pemkab Inhu dalam memenuhi Hak Anak di dalam pengasuhan alternatif dan memberi apresiasi kepada anak atas pencapaiannya di dalam pendidikan agama. Hal ini merupakan aplikasi dari UU Kemenpppa No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Kemenpppa no 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan juga Perda Inhu no 3 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak" ujar beliau.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indragiri Hulu juga turut menyediakan makanan berupa sate , minuman teh dan kopi pada kegiatan tersebut. Yang ternyata makanan berupa sate tersebut sangat diminati oleh para Santri yang mengikuti wisuda.

Selain dihadiri oleh para orang tua santri, kegiatan ini juga diramaikan oleh puluhan ribu masyarakat yang antusias terhadap pendidikan agama Islam di Indragiri Hulu turut memadati Halaman Kantor Bupati Indragiri Hulu Jalan Lintas Timur Pematang Reba tersebut.

Rokok merupakan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. Saat batang rokok terbakar maka asapnya menguraikan sekitar 4000 bahan kimia dengan 3 komponen utama, yaitu "nikotin" yang menyebabkan ketergantungan/adikif "Tar" yang bersifat karsinogenik penyebab kanker dan "Karbon Monoksida" (CO) yang menyebabkan kadar oksigen di dalam darah berurang.

Untuk mengendalikan dampak merokok terhadap kesehatan, Pemerintah telah membuat peraturan yang teruang dalam PP No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan maka bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Melaksanakan Pasal 49 tentang kawasan tanpa rokok dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
  2. Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dihimbau kepada semua pihak terutama AparatKarawan dan karawati untuk memberikan keteladanan dalam bentuk tidak merokok dan menegur yang merokok di tempat-tempat sebagai berikut :
    • lnstansi tempat kerja saudara;
    • Tempat umum;
    • Sarana kesehatan;
    • Tempat belajar mengajar;
    • Arena kegiatan anak;
    • Tempat ibadah;
    • Angkutan umum
  3. Meningkatkan peran sera masyarakat dalam pelaksanaan kawasan tanpa rokok, dengan cara menyebarluaskan informasi dan edukasi tentang kawasan tanpa rokok kepada organisasi masyarakat yang beritra di instansi saudara.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya

Bengkulu (21/3). Penghapusan diskriminasi terhadap perempuan merupakan salah satu tujuan dalam Pembangunan Berkelanjutan atau Suistainable Development Goal (SDGs) ke 5 yakni kesetaraan gender. Pembangunan global tidak akan berhasil jika perempuan tidak mendapat kesempatan yang sama untuk terlibat dan ikut berperan didalamnya. Maka, dukungan dan partisipasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga profesi sangat dibutuhkan bagi peningkatan kualitas perempuan, tidak terkecuali peran kalangan akademisi.

Kalangan akademisi dapat berpotensi besar menjadi sumber daya dalam   membantu Indonesia mewujudkan percepatan pembangunan dan kesetaraan gender. Salah satunya melalui Gerakan HeForShe. Gerakan ini menjadi kampanye global yang merupakan langkah solutif untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan responsive gender, serta dapat pula diterapkan dalam institusi perguruan tinggi. Gerakan HeForShe mengajak laki-laki terlibat sebagai agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender dan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak perempuan, serta upaya mengakhiri kekerasan terhadap keduanya.

“Inti dari gerakan HeForShe adalah bagaimana mendorong pelibatan laki-laki dalam upaya-upaya melindungi perempuan dan mewujudkan kesetaraan gender. Gerakan ini tidak hanya dapat diprakarsai oleh kaum laki-laki, perempuan juga dapat terlibat dalam upaya-upaya menyadarkan dan mengajak laki-laki untuk lebih responsif terhadap perempuan dan anak perempuan serta mengakhiri kekerasan. Untuk itu, saya mengajak seluruh mahasiswa di Bengkulu untuk menjadi agen HeForShe,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise saat berkunjung ke Universitas Bengkulu, Rabu (21/3).

Kehadiran Menteri Yohana juga sebagai bentuk apresiasi terhadap respon positif Universitas Bengkulu yang telah menerapkan Kuliah kerja Nyata berbasis One Student Save One Family (OSSOF). OSSOF menjadi salah satu gagasan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperkenalkan realitas sebenarnya dari masyarakat khususnya kehidupan keluarga kepada mahasiswa, serta mengasah kepekaan mereka untuk melihat masalah pada tingkat akar rumput.

“Saya mengharapkan bahwa sejak awal, seorang mahasiswa dapat mengenali situasi kehidupan masyarakat yang mereka lihat dan berada di sekitarnya. Dengan demikian, mereka dapat diasah kepekaannya untuk memahami masalah yang dihadapi kaum perempuan dan anak dalam masyarakat yang hendak ditanggulangi dengan berbagai program pembangunan,” jelas Menteri Yohana.

“Ketika para mahasiswa telah mampu meningkatkan kepekaannya terhadap isu perempuan dan anak, saya berharap  mahasiswa dapat mendukung misi Bapak Presiden Jokowi yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Kepala Negara terpilih menjadi HeforShe Champion World Leader. Bersama Bapak Presiden mari kita lindungi kaum perempuan, anak-anak dan kelompok marjinal melalui 3 (tiga) fokus area, yaitu penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan; penurunan Angka Kematian Ibu (AKI); serta peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan,” tambah Menteri Yohana.

                             PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN

                                                                                         DAN PERLINDUNGAN ANAK

                                                                                                                             Telp.& Fax (021) 3448510,

                                                                                                            e-mail : publikasikpppa@gmail.com

Page 1 of 4

Link Terkait

Statistik Pengunjung

021280
Hari ni
Kemarin
Minggu ni
Minggu lalu
Bulan ni
Bulan lalu
Total
86
61
296
20717
1076
1334
21280

Your IP: 54.162.239.233
2018-09-19 17:34
© 2017 DPPPA. All Rights Reserved.